GUARDIOLA
GUARDIOLA

pulauberita.com, Jakarta – Kendati sedang ditempa rumor hengkang, tetapi sejatinya Josep Guardiola sudah memiliki visi bagi Manchester City. Pria berkebangsaan Spanyol berkata kalau dirinya ingin membuat the Citizens menjadi seperti Real Madrid.

Kebetulan, Manchester City bakalan bertemu dengan Real Madrid dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions hari Kamis (27-02-2020) nanti. Laga tersebut akan digelar di Santiago Bernabeu.

Di Eropa, kedua tim tersebut punya nasib yang berbanding terbalik. Real Madrid, seperti yang diketahui, merupakan klub dengan raihan trofi Liga Champions terbanyak pada saat ini, yakni sejumlah 13 trofi.

Sementara Manchester City sendiri belum pernah meraih trofi bergengsi tersebut semenjak berdiri pada tahun 1894 lalu. Satu-satunya trofi dari kompetisi Eropa yang pernah mereka dapatkan berasal dari ajang Winners’ Cup 7meter.

Butuh Pengalaman
Harapan yang tertambat di pundak Guardiola, terutama setelah City menjuarai Premier League selama dua musim beruntun, adalah membawa City juara Liga Champions. Dalam dua musim terakhir, ia selalu gagal.

Pengalaman adalah satu faktor yang penting untuk meraih gelar Liga Champions. Masalahnya adalah hampir sebagian besar dari pemain Manchester City tidak punya pengalaman tersebut.

Pada hari Kamis nanti, Manchester City akan berhadapan dengan Real Madrid yang sebagian besar dari pemainnya sempat merasakan trofi Liga Champions berulang kali. Dan Guardiola sadar timnya lebih inferior ketimbang mereka.

“Mungkin Claudio [Bravo] pernah menjuarai Liga Champions dan pemain lainnya. Kami tidak punya banyak pemain yang pernah menjuarainya. Tapi kami butuh hasrat untuk bisa memenangkannya dan menjadi diri sendiri,” ujar Guardiola dikutip dari Goal International.

Ingin Meniru Sang Raja
Guardiola punya rasa kagum yang amat besar terhadap Real Madrid, kendati dirinya pernah menukangi Barcelona yang notabene rival abadi Madrid. Ia mengakui bahwa dirinya ingin membuat City menjadi seperti mereka.

“Mereka adalah klub yang ingin kami tiru serta imitasi dan kami harus bisa berada di sana,” tambah pria yang juga pernah melatih Bayern Munchen tersebut.

“Saya ingin ke sana dan pada akhir permainan berkata ‘Kami adalah kami’. Inilah yang terpenting dalam kompetisi seperti ini,” lanjutnya.

“Bagi kami berada di sini [Santiago Bernabeu] sangatlah menyenangkan, bagus dan kami akan mencoba melakukan yang terbaik, tahu bahwa kami bermain melawan tim yang telah memenangkan Liga Champions 13 kali dan rajanya,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here