4 POSISI SEKS PADA MALAM PERTAMA AGAR WANITA TIDAK TERASA SAKIT
4 POSISI SEKS PADA MALAM PERTAMA AGAR WANITA TIDAK TERASA SAKIT

Pulau berita-Membalas Curhatmu: Kata Psikolog Tentang Sayang Tapi Nggak Berani Bilang. Yakin, Mau Terus Dipendam?

Prosedur umumnya adalah jatuh cinta – menyatakan perasaan – diterima – jadian. Atau bisa juga jatuh cinta – menyatakan perasaan – ditolak – move on. Namun, ada varian lagi yang juga jamak dialami oleh umat manusia: jatuh cinta – diam – diam – nggak berani bilang – nggak bisa move on – patah hati diam-diam. Sayang, tapi nggak berani bilang. 7meter

Ada banyak alasan yang mendasari seseorang memilih memendam perasaan. Mungkin takut mengalami penolakan, malu karena merasa posisinya kurang memungkinkan, atau bisa juga pilih mempertahankan rasa diam-diam karena nggak mau merusak hubungan yang sudah ada. Kalau alasanmu sendiri, kira-kira apa?

Dalam MisCur edisi 20 Februari 2020 lalu, beberapa teman sudah curhat tentang sayang nggak berani bilang kepada Hipwee. Kali ini, Hipwee akan dibantu lagi oleh Nurul Aini Ongkowidjoyo, S.Psi, M.Psi., salah satu psikolog di Riliv, aplikasi meditasi dan konseling online. Sembari memikirkan alasanmu pilih nggak bilang meski sayang, yuk, simak curhatan mereka. Siapa tahu kamu jadi terinspirasi tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya :”)

1. Segan mengungkapkan rasa karena kekurangan diri membuatnya merasa kurang sempurna

Sama seperti semua orang berhak bahagia bagaimanapun situasinya, semua orang juga berhak mencintai dan menyatakan cinta bagaimanapun kondisinya. Karena berani mengaku cinta, adalah salah satu cara menghargai setiap emosi dan rasa dalam diri sendiri.

2. Memendam kagum luar biasa, tapi hanya berani curi-curi pandang dari kejauhan

Selain mencoba mengenal lebih jauh orang yang ditaksir, mencoba mendekat selangkah demi selangkah juga bisa membantumu mengenali diri sendiri. Siapa tahu ‘kan perasaanmu itu sebatas kagum semata, yang bukan berarti jatuh cinta? Dengan begitu, akan lebih mudah bagimu untuk menentukan sikap selanjutnya.

3. Naksir teman sendiri memang bikin repot. Mau diungkapkan, takut merusak persahabatan

Coba juga untuk melihat kemungkinan lainnya. Bagaimana bila ternyata selama ini dia juga punya perasaan yang sama tapi segan mendekat karena menganggap kamu cuek juga? Hehe

4. Status sosial yang membuat rasa percaya diri berkurang. Apalagi karena dia hidup di “dunia yang berbeda”

Karena setiap orang bisa bersinar dengan caranya masing-masing, tak perlu terlalu ngoyo untuk menjadi seperti standarnya. Apalagi standar yang belum tentu benar juga. Keep up the good work, nggak pernah ada ruginya menjadi keren untuk diri sendiri.

5. Mau mengungkapkan enggan, move on pun jadi sebuah kesulitan

Mengungkapkan rasa memang berpotensi mengubah relasi antara kamu dan dia. Namun, memendam rasa juga berdampak pada langkahmu yang tertambah di sana. Mau move on nggak bisa, mau bilang cinta nggak berani juga. Tapi bukankah lebih baik jelas sekarang supaya apa jelas juga yang harus kamu lakukan?

6. Enggan mengutarakan rasa kerena minder dengan ukuran tubuh. Akhirnya setiap dia naksir orang lain hanya bisa diam-diam patah hati

Kalaupun kamu ingin berdiet, lakukan itu untuk hidup yang lebih sehat dan lebih nyaman. Bukan untuk menarik perhatian orang lain. Rasa sayang kepada diri sendiri, itu jauh lebih efektif dalam memancarkan pesona dibanding penampilan yang sempurna. Setuju nggak?

Kalau dipikir-pikir, sayang itu mirip kentut, ya. Ditahan sakit, dikeluarkan malu. Sayang juga begitu. Dipendam sakit, diungkapkan malu. Duh, gimana dong? 😀

Lagi-lagi, semuanya kembali ke diri sendiri masing-masing. Mengungkapkan rasa pasti ada risikonya, begitu juga memendam rasa. Tergantung mana yang lebih nyaman untukmu. Tapi ingatlah, bahwa cinta dan sayang itu adalah anugerah untuk semua orang. Begitu juga dengan mengungkapkan perasaan. Jadi, jangan merasa nggak layak hanya karena merasa dirimu banyak kekurangan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here