Bandar Bola

PulauBerita.com – Jakarta, Penyakit kelamin adalah penyakit yang menyerang organ reproduksi yang menyebabkan gangguan tertentu. Penyakit ini termasuk penyakit menular yang bisa menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita.

Hanya saja, kemungkinan wanita yang menderita penyakit kelamin jauh lebih besar. Namun sayang, banyak wanita yang tidak menyadarinya sehingga penanganannya sudah terlambat. Padahal dampaknya cukup mengerikan karena bisa menyebabkan kematian dan kemandulan. Tentunya ini momok yang sangat menakutkan bagi wanita.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui karakteristik penyakit kelamin pada wanita. Agar sedini mungkin terdeteksi saat mengalami gejala dan bisa diobati sesegera mungkin. Lantas, apa karakteristik penyakit kelamin pada wanita? Ini ulasan lebih

Penyakit seksual pada wanita ada berbagai jenis, diantaranya:

1. Infeksi Genital.
Penyakit kelamin ini bisa menyebabkan gejala dan juga tidak menimbulkan gejala. Biasanya gejala yang muncul adalah pelepasan cairan kemaluan yang tidak wajar disertai rasa gatal dan panas di sekitar alat kelamin. Selain itu, penyakit ini ditandai dengan rasa sakit saat bersenggama. Masa inkubasi 14-21 hari dan disebabkan oleh mikroba chamydia.

BACA JUGA: KORUT ANCAM AS AKAN HADAPI SERANGAN TAK TERBAYANGKAN


2. Penyakit Sifilis.

Penyakit kelamin ini terbagi menjadi dua tahap, dimana tahap pertama ditandai dengan munculnya chanre yang sangat menular lepuh dan menyebabkan rasa sakit di daerah kelamin atau di vagi * a dan akan hilang setelah beberapa minggu.

Bandar Bola Kemudian tahap kedua ditandai dengan munculnya bintik-bintik yang tidak gatal di seluruh tubuh termasuk telapak tangan dan kaki. Pada saat itu kelenjar getah bening akan membesar, namun tidak menimbulkan rasa sakit dan nodul tampak seperti kutil seputar anus atau mulut alat kelamin. Masa inkubasi penyakit ini lebih panjang dibanding penyakit kelamin lainnya mulai dari 9-90 hari.

3. Trichomonal Vaginitis.
Gejala penyakit ini ditandai dengan pelepasan cairan kehijauan kekuningan dan menyebabkan iritasi di sekitar alat kelamin, menyakitkan saat berhubungan seks. Penyakit ini bisa disebabkan oleh banyak faktor, seperti hubungan intim, kurangnya kebersihan toilet, pakaian kotor, air mandi, handuk atau kondisi lembab vagi * yang lembab atau karena jarang mengganti perban saat menstruasi. Masa inkubasi penyakit ini berlangsung sekitar 4 sampai 21 hari.

4. Genital Herpes.
Gejala penyakit ini ditandai dengan munculnya gatal di sekitar alat kelamin yang diikuti oleh munculnya lecet kecil yang sakit dan terkadang juga muncul di paha dan bokong. Panas akan hilang dalam waktu 24 jam, tapi tinggalkan tukak kecil berwarna-warni yang kadang-kadang terkelupas. Umumnya lepuh yang mengering bisa melepuh lagi.

Bandar Bola Gejala parah terjadi di sekitar leher rahim, yang pada awalnya muncul sensasi terbakar di tempat di mana lecet akan muncul. Bila lecet sudah muncul maka bisa menyebabkan demam, nyeri otot, kelelahan hingga sakit kepala. Penyakit ini bisa menyerang labia minora, labia mejora, klitoris ke serviks tanpa gejala klinis.

Penyakit ini dapat dengan mudah ditularkan oleh ibu hamil ke calon bayi. Saat transmisi terjadi pada trimester pertama, akan terjadi keguguran. Jika transmisi terjadi pada trimester kedua, bisa menyebabkan agitasi dini, menyebabkan beberapa kelainan bahkan lahir dalam keadaan meninggal dunia.

5. Gonore.
Penyakit ini ditandai dengan gejala sekresi genital atau cairan uretra yang tidak normal dan nyeri saat buang air kecil. Jika tidak segera diobati, ia bisa menyebar ke rahim dan saluran falopi yang ditandai dengan nyeri di perut bagian bawah.

Penyakit ini bisa menyerang serviks, ovarium, uretra, rektum dan saluran tuba. Dalam hubungan seks oral, penyakit ini bisa menular dan menyebabkan gonore di tenggorokan. Seorang bayi bisa terkena gonore yang diderita ibunya, yang bersentuhan dengan matanya dan jika tidak segera bisa diobati, bisa menyebabkan kebutaan. Masa inkubasi penyakit ini berlangsung sekitar 2 sampai 10 hari.

Jadi sedikit ulasan tentang karakteristik penyakit kelamin pada wanita. Dengan mengetahui hal ini, mudah-mudahan kita bisa lebih cepat melakukan penanganan saat menemukan gejala yang sama. Jadi, jika Anda menemukan atau merasakan beberapa gejala yang sama, maka segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik. Semoga bermanfaat

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here