MEMBUNUH
MEMBUNUH

pulauberita.com, Jakarata – ABG N (15) tega membunuh seorang bocah A (5) di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Polisi menyebut tersangka kerap menonton film horor boneka pembunuh ‘Chucky’. Psikolog anak menilai tontonan yang mengerikan memang bisa mempengaruhi memori masa lalu anak dan memicu anak untuk berbuat kejam.

“Potensi untuk terinspirasi dari film itu cukup besar. Kemampuan anak ketika menonton hal tersebut perlu ada filter dari fungsi berpikir dia. Kognisi berpikirnya sampai mana untuk menganalisis tontonannya. Kondisi psikologi juga berpengaruh,” kata Psikolog tumbuh kembang anak, Dr. Indria Laksmi Gamayanti, M.Si saat dihubungi 7Meter, Minggu (08-03-2020).

Laksmi menjelaskan bahwa tontonan yang dilihat anak terus-menerus bisa mempengaruhi persepsi anak. Karena, kata dia, setiap manusia memiliki memory past.

“Tapi apabila yang ditonton dan didengar itu sesuatu yang terus menerus, itu kan juga bisa mempengaruhi persepsi. Karena pada setiap manusia ada memory past. Ketika ada kejadian yang serupa, manusia itu melakukan recalling (memanggil ingatannya kembali),” tutur Laksmi.

Dia mencontohkan perumpamaan ketika seorang anak kerap mendengar perintah tusuk dan bunuh. Maka secara tak langsung, perintah-perintah itu akan dipakai si anak untuk menyelesaikan masalahnya.

“Apalagi kalau ada anak yang dalam memory pastnya selalu mendengar tusuk-tusuk, tendang-tendang, bunuh-bunuh gitu, ya yang dilakukan itu. Padahal ada alternatif untuk menyelesaikan masalah seperti ajak bicara dan lain-lain,” ungkap Ketum Pengurus Pusat Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (PPIPKI) ini.

“Makanya, pada anak-anak perlu kita munculkan hal-hal yang menyenangkan dan positif,” imbuhnya.

Sebelumnya, polisi masih mendalami pemeriksaan ABG N (15), pelaku pembunuhan bocah A (5) di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Sejauh ini pelaku mengaku membunuh korban karena terinspirasi film-film horor.

“Dia sering menonton film horor ‘Chucky’. Dia senang menonton film horor, itu memang hobinya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polres Jakpus, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (07-03-2020).

Film ‘Chucky’ adalah film bergenre horor. Film tersebut menggambarkan karakter boneka mainan anak Chucky yang hidup dan membunuh. Selain itu, ABG ini juga hobi menggambar dan bisa menggambar tokoh Slenderman.

Yusri mengatakan pelaku tidak memiliki motif membunuh korban. Tetapi pelaku mengaku memiliki dorongan kuat untuk membunuh korban saat itu. Pembunuhan itu dilakukan di rumah pelaku ketika korban sedang bermain dengan adik pelaku. Seketika itu pelaku punya keinginan membunuh korban.

“Tiba-tiba timbul perasaan ingin membunuh dan, pada saat lihat korban, dipanggil,” kata Yusri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here