Mengulik Fenomena Splash Pregnancy. Hamil Tanpa Hubungan Intim Ternyata Bisa Terjadi

pulau berita-sat mendengar pernyataan bahwa perempuan bisa hamil jika berenang dengan laki-laki di kolam renang yang sama, mungkin kamu bakal tertawa. Namun kamu perlu percaya, bahwa sebenarnya seorang perempuan bisa tetap hamil walau tanpa melakukan hubungan seksual dengan penetrasi lo! Tapi jelas nggak semudah dengan berenang bareng itu tadi ya. Pasangan suami istri yang hanya melakukan petting atau kegiatan seksual tanpa melakukan penetrasi bisa saja beberapa waktu kemudian mendapati bahwa mereka berhasil hamil. Lah, kok bisa? 7meter

Yap, fenomena ini sangat mungkin terjadi dan biasanya disebut sebagai splash pregnancy. Jika sekilas mendengar istilahnya, mungkin kamu baru hanya bisa menebak-nebak apa maksudnya. Biar lebih jelas, simak dulu nih penjelasannya berikut ini.

Splash pregnancy berarti pembuahan yang terjadi karena ejakulasi yang terjadi di luar vagina

Dilansir dari Very Well Family, splash pregnancy adalah pembuahan yang terjadi saat sperma mencapai bagian luar vagina baik sengaja maupun tidak tanpa terjadinya penetrasi. Selama sperma bisa mencapai vulva atau area vagina, kamu akan memiliki kesempatan untuk hamil. Jika ejakulasi bisa sedikit masuk ke vagina, kesempatan untuk hamil akan semakin besar. Sehingga walaupun tidak “keluar di dalam” kamu juga harus memastikan tidak keluar di luar vagina persis jika tidak ingin hamil.

Hal ini biasanya bisa dilakukan jika seseorang yang mengalami vaginismus atau vulvodynia ingin berusaha hamil

Kondisi yang membuat hubungan seksual terasa menyakitkan mungkin membuat seorang wanita tak bisa melakukan hubungan seksual terlalu sering. Contohnya pada perempuan yang mengalami vaginismus atau vulvodynia yang akan merasakan keadaan tidak nyaman bahkan sakit untuk melakukan penetrasi. Jika mengalami keadaan ini maka kamu dan pasangan bisa mulai berkonsultasi dengan dokter karena hal ini berkaitan dengan fertilitas. Mungkin nantinya, pasangan akan disarankan untuk melakukan beberapa kali terapi, sementara itu jika kamu tetap ingin terjadi pembuahan maka splash pregnancy bisa kamu coba.

Jika kamu penasaran dengan metode ini, kamu bisa mencoba beberapa cara namun tidak sembarangan ya

Masih dilansir dari Very Well Family, jika kamu ingin mencoba untuk hamil tanpa adanya penetrasi, maka ada beberapa tipsnya. Pertama kamu harus mencoba untuk melakukannya di saat mendekati waktu ovulasi, kamu juga harus mencoba tetap berbaring beberapa waktu setelah melakukannya. Jika ingin memakai pelumas maka gunakan yang ramah untuk kesuburan. Terakhir jika memungkinkan coba juga untuk merasakan orgasme sesaat sebelum atau sesudahnya tanpa menganggu sperma yang sudah terkumpul.

Ternyata tak hanya memasukkan penis, penggunaan mainan seks atau jari juga bisa memiliki peluang kehamilan

Walau tak ada penetrasi penis, namun kehamilan masih mungkin terjadi jika ada cairan sperma yang masih menempel di mainan seks atau jari yang dimasukkan ke vagina, apalagi jika sel sperma masih hidup. Dilansir dari Hello Sehat, sperma mampu bertahan di luar tubuh selama 20 hingga 60 menit sehingga jika mainan seks yang digunakan masih dalam kurun waktu tersebut, sperma masih mungkin berenang dan naik ke rahim.

Meskipun demikian kamu tak perlu panik jika kamu dan pasangan memang belum ingin hamil. Kamu bisa menggunakan pengaman saat berhubungan seksual atau menghindari membuang sperma di dekat vulva atau vagina yang menyebabkan sel tersebut berenang ke rahim. Namun, jika kamu mengalami gangguan seperti vaginismus dan sengaja ingin memiliki anak, kamu justru bisa petting dan membuang sperma di dekat vulva sembari melakukan terapi untuk mengatasi kondisi medis tersebut.

Ini jadi catatan penting buat kamu yang belum menikah dan masih getol ‘main-main’ dengan menganggap sekedar petting saja nggak bakal hamil. Hmm, yakin nih nggak ‘dikeluarin di dalam’ jaminan pasti nggak bakal hamil?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here