Benarkah Tsunami Dahsyat Bisa Dipicu Senjata Buatan Manusia?
Benarkah Tsunami Dahsyat Bisa Dipicu Senjata Buatan Manusia?

Pulau Berita – Jakarta, Torpedo nuklir terbaru milik Rusia disebut-sebut bisa memicu tsunami. Poseidon, nama senjata tersebut, baru-baru ini sedang menjalani uji coba bawah air sebagai bagian dari pengembangannya.

“Sistem propulsi nuklir drone Poseidon saat ini sedang diuji di wilayah laut yang dilindungi dari pengintaian oleh pihak lawan,” kata sumber Departemen Pertahanan Rusia, yang dikutip TASS. Lawan yang ia maksud adalah Amerika Serikat dan sekutunya di NATO.

Pihak Moskow mengungkapkan, torpedo Poseidon dan senjata canggih lainnya dibuat untuk melawan atau mengimbangi pengembangan teknologi rudal anti-balistik yang dilakukan AS.

Sejauh ini belum diketahui efektivitas Poseidon untuk menghasilkan tsunami yang konon bisa memporakporandakan pangkalan angkatan laut musuh, namun sejarah membuktikan ide untuk membuat senjata yang bisa memicu gelombang raksasa sudah ada sejak dulu.

Di tengah Perang Dunia II, militer Amerika Serikat mencari jalan untuk membuat ‘bom tsunami’, demikian dilaporkan media Inggris Daily Telegraph, seperti dikutip dari situs sains LiveScience.

 

BACA JUGA : INDONESIA SETARA DENGAN HAITI SAAT INI? BAIK ATAU BURUK YA?

 

Bom tsunami tersebut dikembangkan bekerja sama dengan pemerintah Selandia Baru. Targetnya adalah mengirimkan tsunami setinggi 10 meter ke kota milik musuh.

Berhasilkah bom tsunami terwujud?

Operasi Rahasia Bom Tsunami

Operasi rahasia ‘bom tsunami’, yang diberi kode ‘Project Seal’, dimulai pada tahun 1944 setelah E. A. Gibson, seorang perwira angkatan laut AS, memperhatikan bagaimana penggunaan peledak untuk menghancurkan terumbu karang di sekitar pulau-pulau Pasifik sering menghasilkan gelombang besar.

Kala itu, serangkaian uji coba dilakukan di sekitar Selandia Baru untuk mengevaluasi kelayakan bom tsunami. Hal tersebut diungkap Ray Waru, penulis buku “Secrets and Treasures” yang menguak serangkaian rahasia militer.

Hingga akhirnya, ‘resep’ pemicu tsunami besar didapatkan. Yakni, bom yang digunakan tak hanya satu, melainkan beberapa bom yang mengandung sekitar 2.200 ton (2 juta kilogram) bahan peledak yang tersusun dalam garis sekitar 5 mil (8 kilometer) di lepas pantai.

“Jika itu dimasukkan dalam film James Bond, Anda mungkin melihatnya sebagai fantasi, namun hal tersebut adalah nyata,” kata Waru pada Daily Telegraph.

“Itu sungguh mencengangkan. Ternyata ada orang yang punya ide mengembangkan senjata pemusnah massal berupa tsunami…”

Kekhawatiran atas efektivitas bom atom adalah dorongan di balik program pembuatan bom tsunami, Project Seal.

“Mungkin jika bom atom dirasa tidak bekerja dengan baik, alternatifnya adalah menyerang dengan tsunami.”

Namun, meski dinyatakan berhasil, proyek tersebut kemudian dihentikan pada 1945 — bahkan sebelum Perang Dunia II berakhir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here